Tadi pagi Sabtu, 26 Januari 2008 aku resmi menjadi Pengurus Paguyuban Jawa Tengah Se Jabodetabek masa bakti 2007-2012. Pengukuhan dan pelantikan dilaksanakan di Anjungan Jawa Tengah TMII oleh Gubernur Jawa Tengah Bapak Drs. Ali Mufidz. Aku dipercaya sebagai Ketua Bidang Pemuda dan Olah Raga. Dengan anggota Taufan Irfandi, SE dari Cilacap dan Drs. Ali Syafrudin dari Purbalingga.
Hadir pada acara pelantikan tersebut beberapa pembina paguyuban diantaranya Bapak Jendral (Purn) Wiranto, Fuad Bawazier, Ibu Karlina Supardjo Rustam, Bapak Dr.Ir.Yuwono Kolopaking (Ketua Umum Serulingmas) dan tentu saja para pengurus paguyuban yang jumlahnya lebih dari 100 orang. Sebuah kepengurusan yang memang disengaja gemuk supaya tugas berat untuk memberikan perhatian kepada warga Jawa Tengah yang ada di Jabodetabek dapat terlaksana dengan baik.
Acara dibuka tepat pukul 10.30 WIB setelah para pembina memasuki joglo anjungan. Sebelumnya terdengan gending-gending lembut yang memang sengaja dihadirkan untuk menyemarakkan suasana. Diawali dengan laporan Ketua Panitia oleh Ir. Haiban Hadjid, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan SK Pengangkatan pengurus oleh Sekretaris Umum Bapak Ir. Totok Sugiarto, kemudian pelantikan dan pengukuhan oleh Gubernur Jawa Tengah Bapak Drs. Ali Mufidz, Sambutan oleh Gubernur Jawa Tengah, Pidato Ketua Umum Bapak Letjen (Purn) Bibit Waluyo, dan terakhir sambutan pembina Bapak Jendral (Purn) Wiranto.
Dalam pidato perdananya setelah dikukuhkan, Pak Bibit mengemukakan keprihatinannya terhadap warga Jateng yang merantau di Jakarta yang diantaranya dalam kondisi yang memprihatinkan. Memang ada Jenderal, Menteri, Pengusaha yang juga dari Jateng, tetapi tidak sedikit pula yang untuk mencari makan saja kesulitan. Oleh karena itu ini menjadi fokus kiprah paguyuban supaya dapat meringankan beban saudara2 kita yang kurang beruntung.
Begitu juga apa yang disampaikan Gubernur Jawa Tengah, beliau berpesan, hendaknya paguyuban ini dapat mempererat tali silaturrahmi antar sesama warga Jawa Tengah di Jabodetabek dan dapat membantu mereka yang dalam kondisi kurang beruntung.
Gayung bersambut, tidak ketinggalan Bapak Wiranto pun mengemukakan hal yang demikian. Dan Beliau sungguh bangga menjadi orang Jawa Tengah. Karena katanya orang Jateng punya kebudayaan yang adiluhung sejak berabad-abad yang lampau. Terbukti dengan berbagai peninggalan sejarah berupa candi-candi seperti Candi Borobudur dan Candi Prambanan. Begitu juga dalam berjuang, orang Jateng selalu ditakuti oleh penjajah. Orang Jateng yang ada di Jabodetabek itu sekitar 3,5 juta jiwa. Kalau diajak demo, waaah bisa merubah sejarah, demikian kata beliau sembari berkelakar.
Acara dilanjutkan dengan ramah tamah dengan menikmati hidangan bermacam-macam seperti layaknya pesta pernikahan. Ada nasi liwet, ada soto ayam, somay, dan sebagainya tidak dapat disebutkan satu persatu. Pokoknya makanan berlebih, tidak ada yang tidak kebagian. Dimeriahkan juga dengan hiburan organ tunggal diantaranya Pak Bibit menyanyi Randa Kempling bersama penyanyi wanita yang ada diiringi joged beberapa pengurus termasuk aku gitu loh.
Acara pengukuhan ini dipandu oleh MC kondang dari Banyumas yaitu Dalimin & Dakem serta Iparto Gombong.