Alhamdulilah, waktu yang di tunggu-tunggu telah tiba. Sabtu malam minggu tanggal 19 Januari 2008 kemarin aku bareng istri bisa menyaksikan teater koma di Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki. Kenapa musti malem minggu? Yaaa biar besoknya nggak terlalu repot, soalnya durasi pertunjukannya 4 jam, dari jam 20.00 sampai dengan 24.00 WIB. Bayangin kalau malam hari kerja,,,,waah besoknya bisa-bisa ketiduran di tempat kerjaan.
Persis seperti pertunjukan-pertunjukan sebelumnya, karcis pertunjukkan sudah dikuasai calo. Tiket balkon yang harusnya Rp.30.000 naik jadi Rp.40.000. Tiket kelas VIP yang Rp.75.000 ngga tau dinaikin jadi berapa. Aku sendiri sampai sekarang nggak tahu, jam berapa kira-kira beli tiketnya, biar bisa langsung ke loket dan ngga lewat calo. Kaya mau naik kereta pas lebaran saja. Inilah mungkin mental bangsa kita, mental calo. Pada akhirnya ekonomi biaya tinggi. Yang nanggung ya rakyat kecil macam saya ini.
Pertunjukannya sendiri, seperti biasanya, termasuk bagus. Hanya kali ini tidak pakai musik seperti halnya kalau pertunjukan opera. Makanya di sesi pertama aku sempat terkantuk-kantuk. Setelah istirahat sekitar 15 menit, pertunjukkan dilanjutkan lagi. Di tengah istirahat, aku beli tahu goreng dan teh kotak yang masing-masing harganya Rp.5.000. Tahu dua teh kotak dua jadi Rp.20.000. Bener-bener keterlaluan, mentang-mentang terpaksa ngga ada yang lain, tahu goreng bisa lima ribu rupiah.
Setelah istirahat, pertunjukan makin seru dengan beberapa adegan yang termasuk adegan orang dewasa. Makanya ada beberapa adegan yang ditutup kain putih dan dikasih lampu sorot, supaya ngga terlalu vulgar. Ceritanya yang lengkap bagaimana? Ya baca aja di kompas, di situ pernah dimuat cerita tentang pertunjukan teater ini.
Ya, teater koma adalah teater yang terbaik yang dipunyai di Indonesia. Cuma aku lihat, yang nonton 2/3 nya adalah anak-anak China. Anak-anak pribuminya cuma 1/3, termasuk saya dan istri. Kenapa ya? Apa karena tiketnya kemahalan bagi rata-rata kita, apa karena memang ngga seneng dengan teater? Mbuh aku ora ngerti.