Pelawak senior Basuki, yang lahir di Solo, 5 Maret 1956 telah berpulang ke Rahmatullah Rabu, 12 Desember 2007 kemarin, sekitar pukul 18.30 ketika bertanding futsal bersama teman-temannya di daerah Cibubur. Penyebab kematian Basuki, mirip dengan pelawak Benyamin S. yang meninggal setelah bermain sepak bola. Semoga Arwahnya diterima di sisi Allah SWT. dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan, kesabaran, dan iman. Selamat Jalan Basuki,,,,
Ya, lahir, rezeki, jodoh, dan umur, tiada seorangpun tahu. Hanya Allah SWT.yang mengetahuinya. Ini semua berkaitan dengan takdir, atau Qadha dan Qadar.
"Tidak semua bencana yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri, melainkan dia telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya" (QS.Al-Hadid:22)
Tinta pena telah mengering, lembaran-lembaran catatan ketentuan telah disimpan, setiap perkara telah diputuskan dan takdir telah ditetapkan. Maka,
"Katakanlah: "Sekali-kali tidak akan menimpa kami, melainkan apa yang telah ditetapkan oleh Allah bagi kami." (Q.S. At-Taubah:51)
Apa yang membuat Kita benar, maka tak akan membuat Kita salah. Sebaliknya, apa yang membuat Kita salah, maka tidak akan membuat Kita benar.
Jika keyakinan tersebut tertanam kuat pada jiwa Kita dan kukuh bersemayam dalam hati Kita, maka setiap bencana akan menjadi karunia, setiap ujian menjadi anugerah, dan setiap peristiwa menjadi penghargaan dan pahala.
"Barangsiapa yang oleh Allah dikehendaki menjadi baik maka ia akan diuji oleh-Nya." (Al-Hadits)
Karena itu, jangan pernah merasa gundah dan bersedih dikarenakan suatu penyakit, kematian yang semakin dekat, kerudian harta, atau rumah terbakar. Betapapun, sesungguhnya Sang Maha Pencipta telah menentukan segala sesuatunya dan takdir telah bicara. Usaha dan upaya dapat sedemikian rupa, tetapi hak untuk menentukan tetap mutlak milik Allah. Pahala telah tercapai, dan dosa sudah terhapus. Maka, berbahagialah orang-orang yang tertimpa musibah atas kesabaran dan kerelaan mereka terhadap Yang Maha Mengambil, Maha Pemberi, Maha Mengekang, lagi Maha Lapang.
"Dia tidak ditanya tentang apa yang diperbuat-Nya dan merekalah yang akan ditanyai". (Q.S. Al-Anbiya:23)
Syaraf-syaraf Kita akan tetap tegang, kegundahan jiwa Kita akan tetap reda, dan kecemasan di dada Kita tak akan pernah sirna, sebelum Kita benar-benar beriman terhadap qadha' dan qadar.
Tinta pena telah mengering bersamaan dengan semua hal yang akan Kita temui. Maka jangan biarkan diri Kita larut dalam kesedihan. Jangan mengira diri Kita sanggup melakukan segala upaya untuk menahan tembok yang akan runtuh, membendung air yang akan meluap, menahan angin agar tak bertiup, atau memelihara kaca agar tak pecah. Adalah tak benar bila semua itu dapat terjadi dengan paksaanku dan paksaanmu, karena apa yang telah digariskan akan terjadi. Setiap ketentuan akan berjalan dan semua keputusan akan terlaksana. Demikianlah "orang bebas memilih; boleh percaya, boleh tidak.
Kita harus menyerahkan semua hal kepada takdir agar tak ditindas oleh bala tentara kebencian, penyesalan, dan kebinasaan. Dan percayalah dengan kebenaran qadha' sebelum kita dilanda banjir penyesalan! Dengan begitu, jiwa Kita akan tetap tenang menjalani segala daya upaya dan cara yang memang harus ditempuh. Dan bila kemudian terjadi hal-hal yang tidak Kita inginkan, maka itupun merupakan bagian dari ketentuan yang memang harus terjadi. Jangan pula pernah berandai, "Seandainya saja aku melakukan seperti ini, niscaya akan begini dan begini jadinya." Tapi katakanlah, "Allah telah menakdirkan, dan apa yang Dia kehendaki akan Dia lakukan." (Al- Hadits)