Blog EntryAdab bergaul dengan istriDec 8, '07 1:05 PM
for everyone
Dalam hadis yang bersumber dari Abu Said Al-Khudri, Rasulullah saw
pernah berwasiat kepada menantunya Ali bin Abi Thalib (sa):

"Wahai Ali, jika isterimu memasuki rumahmu, hendaknya melepaskan
sandalnya ketika ia duduk, membasuh kedua kakinya, menyiramkan air
dimulai dari pintu rumahmu sampai ke sekeliling rumahmu. Karena,
dengan hal itu Allah mengeluarkan dari rumahmu 70.000 macam kefakiran
dan memasukkan ke dalamnya 70.000 macam kekayaan, 70.000 macam
keberkahan, menurunkan kepadamu 70.000 macam rahmat yang meliputi
isterimu, sehingga rumahmu diliputi oleh keberkahan dan isterimu
diselamatkan dari berbagai macam penyakit selama ia berada di
rumahmu.

Cegahlah isterimu (selama seminggu dari awal perkawinan) minum susu
dan cuka, makan Kuzbarah (sejenis rempah-rempah, ketumbar) dan apel
yang asam. Ali bertanya: Ya Rasulallah, mengapa ia dilarang dari empat
hal tersebut? Rasulullah saw menjawab: Empat hal tersebut dapat
menyebabkan isterimu mandul dan tidak membuahkan keturunan. Sementara
tikar di rumahmu lebih baik dari perempuan yang mandul. Kemudian Ali
(sa) bertanya: Ya Rasulallah, mengapa ia tidak boleh minum cuka?
Rasulullah saw menjawab: Cuka dapat menyebabkan tidak sempurna
kesucian dari haidnya; Kuzbarah menyebabkan darah haid berakibat
negatif terhadap kandungannya dan mempersulit kelahiran; sedangkan
apel yang asam dapat menyebabkan darah haid terputus sehingga
menimbulkan penyakit baginya. Kemudian Rasulullah SAW bersabda:

Pertama: Wahai Ali, janganlah kamu menggauli isterimu pada awal
bulan, tengah bulan, dan akhir bulan, karena hal itu mempercepat
datangnya penyakit gila, kusta, dan kerusakan syaraf padanya dan
keturunannya.

Kedua: Wahai Ali, janganlah kamu menggauli isterimu sesudah Zhuhur,
karena hal itu (bila dianugrahi anak) dapat menyebabkan jiwa anak
mudah goncang, dan setan sangat menyukai manusia yang jiwanya
goncang.

Ketiga: Wahai Ali, janganlah kamu menggauli isterimu sambil
berbicara, karena hal itu (bila dianugrahi anak) dapat menyebabkan
kebisuan. Dan janganlah seorang suami melihat kemaluan isterinya,
hendaknya memejamkan mata ketika berhubungan, karena melihat kemaluan
dapat menyebabkan kebutaan pada anak.

Keempat: Wahai Ali, jangan menggauli isterimu dengan dorongan syahwat
pada wanita lain (membayangkan perempuan lain), karena (bila
dikaruniai anak) dikhawatirkan memiliki sikap seperti wanita itu dan
memiliki gangguan kejiwaan.

Kelima: Wahai Ali, barangsiapa yang bercumbu dengan isterinya di
tempat tidur janganlah sambil membaca Al-Qur'an, karena aku khawatir
turun api dari langit lalu membakar keduanya.

Keenam: Wahai Ali, jangan menggauli isterimu dalam keadaan telanjang
bulat, juga isterimu, karena khawatir tidak tercipta keseimbangan
syahwat, yang akhirnya menimbulkan percekcokan di antara kalian
berdua, kemudian menyebabkan perceraian.

Ketujuh: Wahai Ali, janganlah menggauli isterimu dalam keadaan
berdiri, karena hal itu merupakan bagian dari prilaku anak keledai,
dan (bila dianugrahi anak) ia suka ngencing di tempat tidur seperti
anak keledai ngencing di sembarangan tempat.

Kedelapan: Wahai Ali, jangan menggauli isterimu pada malam 'Idul
Fitri, karena hal itu (bila dikaruniai anak) dapat menyebabkan anak
memiliki banyak keburukan.

Kesembilan: Wahai Ali, jangan menggauli isterimu pada malam 'Idul
Adhha, karena (bila dianugrahi anak) dapat menyebabkan jari-jarinya
tidak sempurna, enam atau empat jari-jari.

Kesepuluh: wahai Ali, jangan menggauli isterimu di bawah pohon yang
berbuah, karena hal itu (bila dianugrahi anak) dapat menyebabkan ia
menjadi orang yang penyambuk atau pembunuh atau tukang sihir.

Ke 11: Wahai Ali, jangan menggauli isterimu di bawah langsung sinar
matahari kecuali tertutup oleh tirai, karena hal itu (bila dianugrahi
anak) dapat menyebabkan kesengsaraan dan kefakiran sampai ia
meninggal.

Ke 12: Wahai Ali, jangan menggauli isterimu di antara adzan dan
iqamah, karena hal itu (bila dikaruniai anak) dapat menyebabkan ia
suka melakukan pertumpahan darah.

Ke 13: Wahai Ali, jika isterimu hamil, janganlah menggaulinya kecuali
kamu dalam keadaan berwudhu', karena hal itu (bila dikaruniai anak)
dapat menyebabkan ia buta hatinya dan bakhil tangannya.

Ke 14: Wahai Ali, jangan menggauli isterimu pada malam Nisfu Sya'ban,
karena hal itu (bila dikaruniai anak) dapat menyebabkan tidak bagus
biologisnya, bertompel pada kulit dan wajahnya.

Ke 15: Wahai Ali, jangan menggauli isterimu pada akhir bulan bila
sisa darinya dua hari (hari mahaq), karena hal itu (bila anugrahi
anak) dapat menyebabkan ia suka bekerjasama dan menolong orang yang
zalim, dan menjadi perusak persatuan kaum muslimin.

Ke 16: Wahai Ali, jangan menggauli isterimu di atas dak bangunan
( yang tidak beratap), karena hal itu (bila dianugrahi anak) dapat
menyebabkan ia menjadi orang munafik, riya', dan ahli bi'ah.

Ke 17: Wahai Ali, jangan menggauli isterimu ketika hendak melakukan
perjalanan (bermusafir), jangan menggaulinya pada malam itu, karena
hal itu (bila dikaruniai anak) dapat menyebabkan ia suka membelanjakan
harta di jalan yang tidak benar (pemboros). Kemudian Rasulullah saw
membacakan firman Allah swt:

إِنَّ الْمُبَذِّرِيْنَ كَانُوْا إِخْوَانَ الشَّيَاطِيْنَ.
Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan." (Al-
Isra': 27).
Ke 18: Wahai Ali, jangan menggauli isterimu jika kamu hendak
bermusafir 3 hari 3 malam, karena hal itu (bila dianugrahi anak) dapat
menyebabkan ia menjadi penolong orang yang zalim.

Ke 19: Wahai Ali, gauilah isterimu pada malam senin, karena hal itu
(bila dikaruniai anak) dapat menyebabkan ia menjadi pemelihara Al-
Qur'an, ridha terhadap pemberian Allah swt.

Ke 20: Wahai Ali, jika kamu menggauli isterimu pada malam Selasa, hal
itu (bila dikaruniai anak) dapat menyebabkan ia dianugrahi syahadah
setelah bersaksi "Sesungguhnya tiada tuhan kecuali Allah dan Muhammad
adalah utusan Allah", tidak disiksa oleh Allah bersama orang-orang
yang musyrik, bau mulutnya harum, hatinya penyayang, tangannya
dermawan, dan lisannya suci dari ghibah dan dusta.

Ke 21: Wahai Ali, jika kamu menggauli isterimu pada malam Kamis, hal
itu (bila dianugrahi anak) dapat menyebabkan ia menjadi ahli hukum dan
orang yang 'alim.

Ke 22: Wahai Ali, jika kamu menggauli isterimu pada hari Kamis
setelah matahari tergelincir, hal itu (bila dikaruniai anak) dapat
menyebabkan ia tidak didekati setan sampai berubah rambutnya, menjadi
orang yang mudah paham, dan dianugrahi oleh Allah Azza wa Jalla
keselamatan dalam agama dan di dunia.

Ke 23: Wahai Ali, jika kamu menggauli isterimu pada malam Jum'at, hal
itu (bila dianugrahi anak) dapat menyebabkan ia menjadi orang yang
orator. Jika kamu menggauli isterimu pada hari Jum'at setelah Ashar,
(bila dikaruniai anak) dapat menyebabkan ia menjadi orang yang
terkenal, termasyhur dan 'alim. Jika kamu menggauli isterimu pada
malam Jum'at sesudah 'Isya', maka diharapkan kamu memiliki anak yang
menjadi penerus, insya Allah.

Ke 24: Wahai Ali, jangan gauli isterimu pada awal waktu malam, karena
hal itu (bila dianugrahi anak) dapat menyebabkan ia menjadi orang yang
tidak beriman, menjadi tukang sihir yang akibatnya buruk di dunia
hingga di akhirat.

Ke 25: Wahai Ali, pegang teguhlah wasiatku ini sebagaimana aku
memeliharanya dari Jibril (as). (Kitab Makarimul Akhlaq: 210-212)

Catatan: Jika Anda ingin memperolehinformasi tentang Artikel keutamaan
Malam Al-Qadar, tanda-tanda malam Al-Qadar, amalan dan doa-daa serta
peristiwa penting di Malam Al-Qadar, kunjungi dan jadilah anggota
Keluarga Bahagia, Google Groups.

14 Comments
rosyagus wrote on Dec 8, '07
weh mantep nih mas blog nya........aku ulang lagi akh bacanya.
alirahmat wrote on Dec 10, '07
Monggo-monggo Mba, belajar sing tanek.
rosyagus wrote on Dec 10, '07
gambarpacul wrote on Dec 10, '07
wadew....syarate akeh temen yah kang?
kalilarangan wrote on Dec 10, '07
lah kuwe kang Ali ya manut karo syarat kuwe apa ora hayo ngaku baen kang? angger kebelet banget kepriwe jajal? tunggu sabar mbok?
alirahmat wrote on Dec 10, '07
Ha,,,ha,,ha,,,bisa bae lho Yu Dewi. Ya kiye kan anu hadis. Dilakoni ya apik, ora dilakoni ya ora dosa. Ning nyatane kadang malah kepengine sing ora-ora modelle,,,kayane lewih bergairah, kaya kuwe.
rosyagus wrote on Dec 11, '07
kang ali karo mbekayu tami agi paa ngomongna apa ya? he he he
asyifazahra wrote on Dec 11, '07
nyong tau krungu hadist kiye dhoif, tp kari keyakinane bae kepriwe...matur nuwun.
annikadewi wrote on Dec 11, '07
Owalah kang Ali, pinter temen jawabane, genah pancen wong lanang kuwe kon jawab perkara kaya kiye mesti ahli banget ha ha ha!
gangmayong wrote on Dec 11, '07
Pak Ali, nek misale wis kebanjur nglakoni berarti mulaih sekang awal maning ya sedurunge bab "cegahlah minum susu dan cuka"
alirahmat wrote on Dec 13, '07
Kanggo Makcik Gadang, bener. Aku uga mung nyadur. Mung kayane maen. Ora dilakoni ya ora dosa. Kanggo Yu Dewi, jane ya ora mung wong lanang thok. Angger ora nana wong wadone ya ora dadi mbok? Iya apa ora? Kanggo Kang Igun, cokan kaya kuwe lah,,,,angger sedurunge bab "cegahlah minum susu dan cuka" ya rika nggolet biyung bocah maning laaah,,,,
gangmayong wrote on Dec 25, '07
Pak Ali pancen paling mengerti ...hehehe.
rawins wrote on Dec 30, '07
Mbukak kursus gathengan ya rika, kang?
Melu lah...
alirahmat wrote on Jan 7
iya ngonoh Kang, anu nyomoti ikih.
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help