kurang lebih jam 19.00 lewat sedikit, malam itu Sabtu 17 Mei 2008 aku sudah sampai di Balairung UI Depok. Malam minggu itu, dalam rangka Dies Natalis UI yang ke 58 dan Peringatan Hari Kebangkitan Nasional yang ke 100. Di sana sudah ada Pak Untung RS (Sekum KKB Jabodetabek), dan Pak Drs.Toto Sumarwoto (PEPADI DKI Jakarta). Juga ketemu dengan Pak Ir.Tarsoen Waryono, seorang dosen UI, penggagas hutan kota di kompleks UI Depok dan juga pengurus KKB Jabodetabek.
Malam itu belum banyak yang datang. Tapi Rektor UI yang nampak masih sangat muda, Prof.Dr.der Soz.Gumilar Rusliwa Somantri dan Ketua Umum Panitia Prof.Dr. Sarlito Wirawan Sarwono sudah ada di di tempat duduk di deretan kursi paling depan.
Acara dimulai dengan sambutan Ketua Pelaksana Ibu Woro R.Mastuti Pranidhana, M.Hum (FIB UI), kemudian dilanjutkan dengan Sambutan Pelindung Panitia Bapak Prof.Dr.Ir.Budi Susilo Soepandji (FTUI, sekarang Dirjen Potensi Pertahanan Departemen Pertahanan RI), dan sambutan terakhir oleh Rektor UI Bapak Prof.Dr.der Soz Gumilar Rusliwa Somantri.
Setelah itu adalah hiburan Tari Punjari (Tarian Jawa Timur tentang burung Punjari di tepi Pantai Banyuwangi) oleh 10 anak penari wanita dari Sanggar Tari Ayodyapala dari Sukmajaya dilanjutkan dengan Tari Wira Pertiwi (tarian kreasi Bagong Kussudiardjo dari Yogya, bercerita tentang ketangguhan prajurit wanita). Tari yang dibawakan oleh 5 mahasiswi UI ini nampak "bernas" dengan pakaian seragam prajurit berwarna kuning, dengan menenteng gendewa, dengan sosok penari yang langsing, cantik, dan berkulit kuning langsat. Hem,,,
Selanjutnya penyerahan Wayang Anoman oleh tim penari dari UI tadi kepada Rekor UI yang selanjutnya diberikan kepada dalang muda Ki M. Pamungkas Prasetyo Bayu Aji (24 tahun) yang juga putra dalang kondang, Ki anom Suroto. Dan selanjutnya Ki Dalang naik ke panggung. Sedikit informasi bahwa Ki Dalang Bayu Ajin saat ini tercatat sebagai mahasiswa sosiologi UNS, Solo. Sebagai dalang muda kiprahnya di dunia "pedalangan" telah membawanya ke mancanegara dan menorehkan sejumlah prestasi diantaranya tampil dalam festifal seni di Jepang (1991), duta seni di Australia (1994) dan dalang terbaik se-Jawa-Bali (1996), dan nanti pada 8 Agustus 2008 akan tampil di kota Berlin, Jerman. (Sing neng Jerman bisa nonton kiyeh).
Wayang dimulai sekitar pukul 21.30 Wib. Lakon yang dibawakan adalan Anoman Duta. Kursi Balairung di bagian bawah telah penuh, dan sebagian duduk di bagian atas. Penonton diperkirakan 1000 orang. Beberapa pedagang makanan seperti gorengan singkong keju, tahu, dan mendoan berada di belakang gedung Balairung. Juga sekuteng, kacang rebus, aqua, es teh manis, sroto, tukang obat, jualan wayang, tukang ramal, jualan VCD wayang, dan stiker wayang meramaikan pertunjukan wayang ini.
Sempat ketemu dan berbincang sebentar dengan Ir.Totok Sugiyarto, sekretaris umum Paguyuban Jateng yang juga sekretaris DPD DKI sebuah partai politik. Jam 02.00 pulang dan langsung menuju ke Radio P2SC di Kemayoran yang juga sedang mengadakan pertunjukan wayang dengan siaran langsung.