Blog EntryNonton Film Ayat-Ayat CintaApr 7, '08 5:06 AM
for everyone

Setelah lama aku nggak nonton film, karena kesibukan dsb, akhirnya kemarin aku nonton juga film Ayat-Ayat Cinta. Nggak jauh-jauh nontonnya, di Atrium 21 di Senen, Jakarta Pusat. Mengapa aku tertarik untuk nonton di bioskop lagi? Soalnya kabar yang saya dengar film ini sangat bagus dan penontonnya melebihi 2,5 juta-an. Wah luar biasa. Apalagi saya juga dengar Pak SBY dan Pak Jusuf Kalla juga menyempatkan nonton bersama rombongan mereka masing-masing. Wah, semakin penasaran. Kaya apa si sebetulnya film ini?

Benar saja ternyata. Film ini ternyata bagus sekali. Bukan cuma denger-denger, tapi setelah menyaksikan sendiri, aku salut dengan penulis novelnya Habiburrahman El Shirozy dan sutradaranya Mas Hanung Bramantyo. Setelah film Naga Bonar jadi 2, film ini termasuk film yang paling bagus di tahun 2008 ini. Sudah Nonton 2 kali Saking bagusnya film ini, aku sampai nonton 2 kali.

Pertama sendirian, kedua kalinya ngajak istriku,,,,,Aku sendiri terharu melihat jalannya cerita di film itu, yaa sampai keluar air mata. Apalagi istriku, matanya mata yuyu. Gampang menangis. Kalau melihat orang menangis ya ikut-ikutan menangis. Pro Kontra terhadap film ini banyak sekali. Tapi aku sendiri sudah lelah untuk berdiskusi lebih lanjut masalah film AAC ini. Yang jelas menurutku, film ini bagus. Paling tidak inilah film yang menggambarkan sisi-sisi Islam yang lembut dan toleran serta Islam yang rahmatan lil alamin. Dibandingkan dengan film-film "Kuntilanak" atau "Putusnya Tali Pocong Perawan" , film AAC tentu menjadi "penyejuk" dan eksisnya perfilman Indonesia. Meskipun tentu sama sekali tidak sebanding jika membandingkan film-film seperti di atas itu. Tapi bagaimanapun, film AAC ini merupakan secercah harapan akan bangkitnya film-film Indonesia yang mengangkat cerita-cerita yang Islami setelah film Wali Sanga, atau Syeh Siti Jenar dll. Sepertinya, setiap sutradara ada masanya sendiri. Jaman Dedy Mizwar, film-film yang bertemakan dakwah Islam seperti Wali Sanga dan Syekh Siti Jenar sudah cukup mewakili perfilman di masa itu untuk disebut sebagai film-film yang Islami. Sekarang ternyata ada Mas Hanung Bramantyo, yang juga concern terhadap film bertemakan Islam, karena pesan dari Ibunya. Mari Simak pernyataan Mas Hanung di MP-nya http://hanungbramantyo.multiply.com


7 Comments
rosyagus wrote on Apr 7, edited on Apr 7
menurut Pak Ali sendiri apa Comment anda terhadap film ini?? walah ko koyo lagi wawan cara wae yo. alhamdulilah aku dah monton filmnya dah ada 2 mingguan yg lalu, yeah.........walopun cuma lewat youtube sich he he he, pripun Pa kabre?? sami sehat?
alirahmat wrote on Apr 7
Coment saya sendiri ya bagus banget lah,,,,,Islami. Karena menggambarkan Islam yang lembut dan toleran. Bukan Islam yang ekstrim atau keras. Islam khan bukan perkara poligami atau nggak. Ya khan. Ternyata Fahri baru punya istri dua saja sudah merasa bingung,soalnya nggak bisa menyatukan ke 2 istrinya dan merasa nggak bisa adil.

Kabar saya alhamdulilah sehat mBa,,,,,
Ngomong2 nonton di youtube apa suaranya jelas?
rosyagus wrote on Apr 7
Gemana orang yang punya istri 9 ya??? hiks hiks hiks.........iya suaranya jelas Pa. matur nuwun kagem comment ipun.
gambarpacul wrote on Apr 7
urung nonton nyong kang
smartfad wrote on Apr 7
inyong wis nonton.
tapi nek njenengan maca novele. lewih apik maning kang..
setelah baca novelnya aku baru nonton pileme. jadi agak sedikit kecewa dengan beberapa hal yang kurang pas. baca novelnya aku malah terkesan dengan kekuatan jiwa dan keislaman yang di duguhkan. saya anjurkan kang ali untuk baca novelnya kang. apa uwis? hehe..
file pdfnya silahkan searching di MP... banyak kok..

alirahmat wrote on Apr 10
urung nonton nyong kang
Waah rugi ora nonton Kang. Inyong be wis nonton pindo koh,,,,bojoku ya tek jek, ben ngerti.
alirahmat wrote on Apr 11
inyong wis nonton.
tapi nek njenengan maca novele. lewih apik maning kang..
setelah baca novelnya aku baru nonton pileme. jadi agak sedikit kecewa dengan beberapa hal yang kurang pas. baca novelnya aku malah terkesan dengan kekuatan jiwa dan keislaman yang di duguhkan. saya anjurkan kang ali untuk baca novelnya kang. apa uwis? hehe..
file pdfnya silahkan searching di MP... banyak kok..

Aku ya urung maca Novel-e Kang. Kadang maca Novel cokan langka wektune. Wong maca buku La Tanza bae ora tamat-tamat. Ning aku percaya, angger maca Novel-e mesthi lewih gayeng. Soale mesthi pembahasan lan critane lewih detil. Tur unggal wong bisa mbayangna dewek-dewek ttg tokoh sing lagi dicritakna. Angger Inyong ndeyan ya mbayangna enggane Fahri kuwe Inyong (mangsude desenengi nang cewek-cewek cantik) aja sing fitnah lan mlebu penjara he,,he,,he,,
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help